Minggu, 10 November 2013

KEMISKINAN

      KEMISKINAN


       Kemiskinan memang adalah pekerjaan besar bagi pemerintah kita, tapi pekerjaan itu tidak pernah di prioritaskan untuk mengurangi angka kemiskinan, berbagi cara telah di lakukan tapi malah tidak dapat mengurus permasalahan ini.
       Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya.

       Berbagai upaya tersebut telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dari 54,2 juta (40.1%) pada tahun 1976 menjadi 22,5 juta (11.3%) pada tahun 1996. Namun, dengan terjadinya krisis ekonomi sejak Juli 1997 dan berbagai bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004 membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat, yaitu melemahnya kegiatan ekonomi, memburuknya pelayanan kesehatan dan pendidikan, memburuknya kondisi sarana umum sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk miskin menjadi 47,9 juta (23.4%) pada tahun 1999. Kemudian pada 5 tahun terakhir terlihat penurunan tingkat kemiskinan secara terus menerus dan perlahan-lahan sampai mencapai 36,1 juta (16.7%) di tahun 2004.
Pemecahan masalah kemiskinan memerlukan langkah-langkah dan program yang dirancang secara khusus dan terpadu oleh pemerintah dan merupakan tanggung jawab bersama     antara pemerintah dan masyarakat.

4.1  Faktor Penyebab Kemiskinan
       Ternyata kemiskinan itu tidak terjadi begitu saja melainkan memiliki faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan dapat dikategorikan dalam beberapa hal berikut ini :

A.   Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara                                                        
       global.
       Yang perlu digaris bawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak seimbang dengan produktivitas yang ada pada suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, seandainya produktivitas menyusut maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita:
1)      Naiknya standar perkembangan suatu daerah.
2)      Politik ekonomi yang tidak sehat.
3)      Faktor-faktor luar negeri, diantaranya:
4)      Rusaknya syarat-syarat perdagangan
5)       Beban hutang
6)       Kurangnya bantuan luar negeri, dan Perang

B.   Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
       Faktor ini sangat penting dalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus, serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggung jawabkan dengan maksimal

C.   Biaya kehidupan yang tinggi.
       Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita di atas. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli dan banyaknya pengangguran.

D.  Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.
        Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di sisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak negara.




OPINI SAYA :
Pemerintah menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran, karena pengangguran adalah salah satu sumber penyebab kemiskinan terbesar di Indonesia. pemerintah juga harus segera menghapus atau menyelesaikan masalah korupsi hingga tuntas. karna korupsi adalah tindakan mencuri uang negara dan membuat terhambatnya pembangunan fasilitas masyarakat

Sabtu, 12 Oktober 2013

Kenapa memilih jurusan TI ?



Assalamualaikum Wr Wb .  Pertama-tama saya  ingin memperkenalkan diri  , Nama saya  MUHAMMAD KHOIRURRZIQIN  , tunggu !  Pernah dengar sebelumnya ? atau nama saya terdengar asing ? tidak kan ya ,  karena ada beberapa orang mungkin itu Dokter, Guru, Dosen atau juga teman-teman yang mungkin belum pernah dengar nama saya jadi agak sulit disebutkan , ya contohnya saja waktu absen, yang disebutkan hanya MUHAMMAD saja yang selanjutnya agak terbata-bata atau malah tidak disebutkan samasekali karena susahnya, tapi ada juga yang lancar menyebutkan nama saya dan rata-rata yang bisa itu adalah guru agama islam saya dan ini adalah fenomena saya dari TK, SD, SMP, SMK,  juga sampai sekarang saya kuliah , dan semoga ini tidak terjadi disaat saya “WISUDA”, AMIN. Loh ko jadi curhat disini ? haha . 

Ok lanjut untuk perkenalannya, pertamakali saya meluncur ke dunia ini  pada Tanggal 24 Agustus 1995 di NewCity , percaya gak ? beneran , serius  ,  sumpah dah, coba tanya abang google maps , daerah Kalimantan selatan, paling bawah sebelah kanan ada pulau kecil menyendiri disana cari tahu nama pulaunya apa, terus translate ke bahasainggris, INGAT ! dalam bahasa inggris loh yaa.

Sekarang lanjut ke Hobby , Hobby saya banyak , salah satunya aja : Cari hotspot Gratisan ,bongkar-pasang Laptop sampai PC-komp, Bernafas , dan sesi terakhir perkenalan, yaitu Status, status pendidikan : masih menjalani perkuliahan S1.

Kembali ke judul atau topik pembicaraan yaitu ‘Kenapa kamu memilih jurusan TI di jenjang pendidikan strata 1 (S1)  ?’ ,  Alasan yang mendasar, kenapa saya memilih jurusan TEKNIK INFORMATIKA di S1  karena saya menyukai hal-hal yang berbau teknologi informasi dan perkembangannya yang sangat pesat menjadikan saya ingin lebih cepat mempelajari teknologi-teknologi tersebut,  dikarenakan mulai dari saya kecil atau mungkin ketika SD saya sudah diperkenalkan dengan teknologi-teknologi yang ada di sekitar kita dan juga setiap ada berita di media televisi atau media lainnya saya diperkenalkan oleh orangtua saya dengan melihat perkembangan teknologi-teknologi yang ada, contohnya ketika ada seorang anak berusia 12 tahun di daerah jepang dan saya dimotivasi untuk bisa seperti anak tersebut,  hari demi hari , bulan ke tahun saya mulai menyukai teknologi_teknologi tersebut dan berangan-angan bisa membuat robot, ya mungkin bukan di umur 12 tahun tetapi suatu saaat dihari-hari lainnya.
Alasan lainnya , saya ingin melanjutkan pendidikan saya di SMK jurusan TI karena menurut saya apabila tidak dilanjutkan ke kurusan TI lagi tanggung,  karena ada beberapa pelajaran TI ditingkat perkuliahan  sudah dipelajari di saat saya duduk dibangku SMK , jadi saya sudah tahu pelajaran-pelajaran dasar dan saya tinggal mengulang pelajaran yang sudah dipelajari di SMK, mungkin masih banyak alasan yang lainnya tetapi karena lupa apa yang harus ditulis,  sebenarnya sih sudah disiapkan di jauh-jauh hari, tetapi apalah daya saya hanya seorang manusia biasa yang bisa lupa dan bisa salah, dan kesempurnaan itu hanyalah milik ALLAH S.W.T .
Sekian dari saya, yang berupa perkenalan dan alasan kenapa saya memilih jurusan TI di jenjang pendidikan strata 1 (S1) saya, smoga artikel/postingan saya ini bisa menginspirasi para pembaca dan bisa membantu kalian semua yang sedang mencari alasan mengapa kalian memilih jurusan TI dan juga yang tadi lagi searching di google. Apabila ada kesalan yang disengaja atau tidak di sengaja dan apabila ada kesalan/kata-kata yang tidak pantas, saya memohon maaf dan saya meminta kritik yang membangun dan saran  untuk bisa memperbaiki kesalahan yang ada dan di postingan selanjutnya, seperti yang sudah saya katakan, saya hanyalah manusia biasa yang bisa salah dan lupa karena kesempurnaan hanyaalah milik ALLAH S.W.T . saya tutup dan saya akhiri artikel ini dengan membaca Al-Baqoroh,  etsss kepanjangan ya ? Ya sudah saya tutup dengan mengucapkan , Summassalamualaikum Wr Wb .