Selasa, 10 Juni 2014

CINTA DAN KASIH SAYANG SEORANG IBU

     untuk kesempatan kai ini sayan akan mmebuat sebuah tulisan mengenai CINTA DAN KASIH SAYANG SEORANG IBU .
     Cinta, Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.

     Untuk kali ini saya akan menulis tentang pengorbanan seorang ibu.

     Ibu, perempuan yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya tanpa pamrih dan tanda jasa. Wanita yang rela mempertaruhkan nyawanya, mengorbankan hidupnya demi buah hati yang sangat dicintainya. Ibu tidak selalu ada di sisi, menemani dan mengajari. Ibu merelakan waktunya habis tak bersisa untuk mengurus anak-anaknya, merelakan waktu istirahatnya beralih menjadi mengganti popok atau menggendong bayinya semalaman.

Banyak ibu yang melakukan apa saja demi kebahagiaan anaknya, demi anaknya tumbuh besar, tercukupi sandang pangan papan. Tidak sedikit mereka bekerja siang malam, mendedikasikan hidupnya demi anak yang mereka benar-benar jaga dengan sepenuh hidupnya. Ibu, tidak akan berpikir dua kali demi menyenangkan buah hati. Berikut ini adalah sebuah contoh pengorbanan ibu hingga akhir hayatnya: 

    *Sudah sering kita mendengar kisah tenaga kerja wanita yang disiksa di luar negeri. Mereka tetap bertahan bekerja karena keluarganya di Indonesia butuh biaya. Salah satu tenaga kerja yang sampai menjemput ajal karena berjuang mengumpulkan pundi rupiah untuk anaknya adalah SA (nama disamarkan). SA meninggal karena kekerasan yang dilakukan oleh majikannya di luar negeri.

SA baru berusia 25 tahun, sepuluh tahun yang lalu dirinya dipaksa menikah dan dua tahun kemudian memiliki seorang putri cantik. Penderitaannya dimulai ketika suaminya meninggalkannya dan keluarganya tak mau membantunya untuk biaya hidup putrinya. SA hanyalah lulusan SMP dan tidak memiliki kualifikasi pekerjaan apapun. Demi putrinya yang makin beranjak dewasa, SA berangkat menjadi tenaga kerja.

Malang, setiap hari dirinya disiksa. Tak boleh tidur, dipukul, tidak diberi makan dan berbagai siksaan lainnya kerap diterimanya. Namun SA tidak menyerah, karena gajinya ia sisihkan untuk putrinya bersekolah. SA menulis surat kepada putrinya, bahwa bila suatu saat Ibu tidak bisa pulang, kamu tidak boleh menangis. Ternyata SA sudah memiliki firasat bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi. SA meninggal dunia setelah 5 tahun menjadi TKW, tanpa bisa berjumpa lagi dengan putri yang sangat disayanginya.*


    dan itu adalah contoh pengorbanan ibu kepada anaknya, dapat kita ambil sebuah makna bahwa seorang ibu sangatlah cinta dan mengasihi anaknya walaupun dia harus tersakiti.

     Kisah ibu sepanjang jalan, tak terputus walau rintangan membentang. Betapa besar pengorbanannya, tidak akan bisa terbayar walau dengan uang satu triliun sekalipun. Ibu tidak pernah berharap apapun karena baginya, anaknya adalah segalanya. Sudahkah Anda memeluk ibu Anda dan berterimakasih kepadanya?


*sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/52ad1ae21bcb1775598b4591/kisah-kisah-pengorbanan-sang-ibu-untuk-anaknya-yang-mengharukan

Minggu, 27 April 2014

Perbandingan fasilitas Umum

            Dalam kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan mengenai fasilitas umum yaitu stasiun Pondok Cina yang terletak di depok  dengan Stasiun Bogor yang terletak di bogor.



            Untuk yang pertama penulis akan menjelaskan stasiun pondok cina, saya beserta kelompok memubat pengamatan di  sekitar dan di dalam stasiun pondok cina , sebelum kami masuk ke pintu utama masuk stasiun pondok cina kami melihat banyak para penjual minuman dan kaki lima yang berjajar di depan stasiun pondok cina, tidak hanya iturumah makan dan took-toko yang bertempat di lokasi tersebut begitu banyak, yang mengakibatkan arus kendaraan bermotor terhambat begitu juga dengan pejalan kaki, masuk ke pintu utama stasiun pondok cina terlihat beberapa orang sedang mengantri di depan loket pembelian tiket kereta api, selain ada orang yang membeli tiket ada juga beberapa orang yang duduk santai sambil menikmati jajanan depan stasiun, da nada pula yang tidur-tiduran. Setelah kami membeli tiket kami di berikan sebuah kartu yang digunakan untuk masuk ke area tunggu kereta api dengan menempelkan ke sebuah alat ntuk membuka penghalangnya , begitu masuk tampilan dalam stasiun pondok cina terlihan bersih dan damai dengan orang-orang yang sedang menunggu kereta datang dengan berdudu santai di tempat duduk yang sudah di sediakan.



            Lalu kami naik kereta api yang sudah tiba dengan arah tujuan kami, selang beberapa menit kami sampai di stasiun kota bogor, stasiun bogor adalah stasiun dengan pemberhentian terakhir , jadi semua orang yang berada di dalam kereta api yang baru saja tiba diharuskan keluar, setelah kami keluar dari gerbong kereta api tersebut kami suguhkan dengan pemandangan yang sangat ramai dengan orang-orang yang sedang  menunggu kereta, dibandingkan stasiun pondok cina stasiun kota bogor lebih ramai . tidak hanya ramai , stasiun kota bogor lebih luas jika dibandingkan dengan stasiun pondok cina dan terlihat lebih modern, jika di pondok cina ada orang-orang yang berjualan di depan stasiunnya berbeda dengan stasiun kota bogor terdapat beberapa took yang sudah ada dan menyediakan beberapa makanan dan minuman, dan untuk segi kebersihan stasiun pondok cina terlihat lebih bersih dibandingkan stasiun kota bogor, yang dikarenakan stasiun kota bogor begitu ramai, dan untuk segi pelayanan diantara kedua stasiun tersebut tidak beda jauh dengan keramahanya dan kesopanannya .


              Sekian penjelasan yang penulis berikan semoga bermanfaat bagi para pembaca di kemudian hari

                                                                                                            TERIMAKASIH

Ini adalah beberapa galeri yang kami miliki:

stasiun pondokcina







Stasiun kota Bogor






Rabu, 02 April 2014

Sejarah Dan Perkembangan Teknologi MIGAS INDONESIA

 SEJARAH MIGAS INDONESIA

Minyak bumi mulai dikenal oleh bangsa Indonesia mulai abad pertengahan. Orang Aceh menggunakan minyak bumi untuk menyalakan bola api saat memerangi armada Portugis. Perkembangan migas secara modern di Indonesia dimulai saat dilakukan pengeboran pertama pada tahun 1871, yaitu di desa Maja, Majalengka, Jawa Barat, oleh pengusaha belanda bernama Jan Reerink. Akan tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkandan akhirnya ditutup.

Penemuan sumber minyak yang pertama di Indonesia terjadi pada tahun 1883 yaitu lapangan minyak  Telaga Tiga dan Telaga Said di dekat Pangkalan Brandan oleh seorang Belanda bernama A.G. Zeijlker. Penemuan ini kemudian disusul oleh penemuan lain yaitu di Pangkalan Brandan dan Telaga Tunggal. Penemuan lapangan Telaga Said oleh Zeijlker menjadi modal pertama suatu perusahaan minyak yang kini  dikenal sebagai Shell. Pada waktu yang bersamaan, juga ditemukan lapangan minyak Ledok di Cepu, Jawa Tengah, Minyak Hitam di dekat Muara Enim, Sumatera Selatan, dan Riam Kiwa di daerah Sanga-Sanga, Kalimantan.

Menjelang akhir abad ke 19 terdapat 18 prusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Pada tahun 1902 didirikan perusahaan yang bernama Koninklijke Petroleum Maatschappij yang kemudian denganShell Transport Trading Company melebur menjadi satu bernama The Asiatic Petroleum Company atau Shell Petroleum Company. Pada tahun 1907 berdirilah Shell Group yang terdiri atas B.P.M., yaitu Bataafsche Petroleum Maatschappij dan Anglo Saxon. Pada waktu itu di Jawa timur juga terdapat suatu perusahaan yaitu Dordtsche Petroleum Maatschappij namun kemudian diambil alih oleh B.P.M.

Pada tahun 1912, perusahaan minyak Amerika mulai masuk ke Indonesia. Pertama kali dibentuk perusahaan N.V. Standard Vacuum Petroleum Maatschappij atau disingkat SVPM. Perusahaan ini mempunyai cabang di Sumatera Selatan dengan nama N.V.N.K.P.M (Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij) yang sesudah perang kemerdekaan berubah menjadi P.T. Stanvac Indonesia. Perusahaan ini menemukan lapangan Pendopo pada tahun 1921 yang merupakan lapangan terbesar di Indonesia pada jaman itu.

Untuk menandingi perusahaan Amerika, pemerintah Belanda mendirikan perusahaan gabungan antara pemerintah dengan B.P.M. yaitu Nederlandsch Indische Aardolie Maatschappij. Dalam perkembangan berikutnya setelah perang dunia ke-2, perusahaan ini berubah menjadi P.T. Permindo dan pada tahun 1968 menjadi P.T. Pertamina.

Pada tahun 1920 masuk dua perusahaan Amerika baru yaitu Standard Oil of California dan Texaco. Kemudian, pada tahun 1930 dua perusahaan ini membentuk N.V.N.P.P.M (Nederlandsche Pasific Petroleum Mij) dan menjelma menjadi P.T. Caltex Pasific Indonesia, sekarang P.T. Chevron Pasific Indonesia. Perusahaan ini mengadakan eksplorasi besar-besaran di Sumatera bagian tengah dan pada tahun 1940 menemukan lapangan Sebangga disusul pada tahun berikutnya 1941 menemukan lapangan Duri. Di daerah konsesi perusahaan ini, pada tahun 1944 tentara Jepang menemukan lapangan raksasa Minas yang kemudian dibor kembali oleh Caltex pada tahun 1950.

Pada tahun 1935 untuk mengeksplorasi minyak bumi di daerah Irian Jaya dibentuk perusahaan gabungan antara B.P.M., N.P.P.M., dan N.K.P.M. yang bernama N.N.G.P.M. (Nederlandsche Nieuw Guinea Petroleum Mij) dengan hak eksplorasi selama 25 tahun. Hasilnya pada tahun 1938 berhasil ditemukan lapangan minyak Klamono dan disusul dengan lapangan Wasian, Mogoi, dan Sele. Namun, karena hasilnya dianggap tidak berarti akhirnya diseraterimakan kepada perusahaan SPCO dan kemudian diambil alih oleh Pertamina tahun 1965.

Setelah perang kemerdekaan di era revolusi fisik tahun 1945-1950 terjadi pengambilalihan semua instalasi minyak oleh pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 1945 didirikan P.T. Minyak Nasional Rakyat yang pada tahun 1954 menjadi perusahaan Tambang Minyak Sumatera Utara. Pada tahun 1957 didirikan P.T. Permina oleh Kolonel Ibnu Sutowo yang kemudian menjadi P.N. Permina pada tahun 1960. Pada tahun 1959, N.I.A.M. menjelma menjadi P.T. Permindo yang kemudian pada tahun 1961 berubah lagi menjadi P.N. Pertamin. Pada waktu itu juga telah berdiri di Jawa Tengah dan Jawa Timur P.T.M.R.I (Perusahaan Tambang Minyak Republik Indonesia) yang menjadi P.N. Permigan dan setelah tahun1965 diambil alih oleh P.N. Permina.

Pada tahun 1961 sistem konsesi perusahaan asing dihapuskan diganti dengan sistem kontrak karya. Tahun 1964 perusahaan SPCO diserahkan kepada P.M. Permina. Tahun 1965 menjadi momen penting karena menjadi sejarah baru dalam perkembangan industri perminyakan Indonesia dengan dibelinya seluruh kekayaan B.P.M. – Shell Indonesia oleh P.N. Permina. Pada tahun itu diterapkan kontrak bagi hasil (production sharing) yang menyatakan bahwa seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah konsesi P.N. Permina dan P.N. Pertamin. Perusahaan asing hanya bisa bergerak sebagai kontraktor dengan hasil produksi minyak dibagikan bukan lagi membayar royalty.

Sejak tahun 1967 eksplorasi besar-besaran dilakukan baik di darat maupun di laut oleh P.N. Pertamin dan P.N. Permina bersama dengan kontraktor asing. Tahun 1968 P.N. Pertamin dan P.N. Permina digabung menjadi P.N. Pertamina dan menjadi satu-satunya perusahaan minyak nasional. Di tahun 1969 ditemukan lapangan minyak lepas pantai yang diberi nama lapangan Arjuna di dekat Pemanukan, Jabar. Tidak lama setelah itu ditemukan lapangan minyak Jatibarang oleh Pertamina. Kini perusahaan minyak kebanggaan kita ini tengah berbenah diri menuju perusahaan bertaraf internasional.







                                              TEKNOLOGI PROSES
Kompetensi yang tinggi dalam teknologi proses mampu mengoptimalkan pengolahan minyak dan gas bumi dengan tepat guna dan ramah lingkungan.



Teknologi proses minyak dan gas bumi telah mencapai tahap yang sangat canggih melalui kegiatan penelitian dan pengembangan dengan tingkat akurasi yang tinggi dengan menggunakan perangkat yang andal yang dibutuhkan industri minyak dan gas bumi. Keahlian LEMIGAS dalam bidang teknologi proses ini meliputi teknologi separasi, kimia analitik dan terapan, proses konversi dan katalisa, bioteknologi, teknologi lingkungan serta enjinering dan pemodelan. Dengan tenaga pelaksana yang terampil dan kompeten, hasil yang dicapai dapat mengoptimalkan pemanfaatan minyak dan gas bumi.



Teknologi Separasi

Mencakup indentifikasi, penilaian, dan evaluasi sistem separasi terkini termasuk pengembangan sistem separasi seperti gas asam hidrokarbon,hidrokarbon berat, minyak sintetis dari batu bara, dan minyak dalam sistem pembuangan air.



Kimia Analitik dan Kimia

Terapan Bidang ini mencakup pengujian sifat fisika kimia untuk mengetahui karakteristik dan kualitas minyak bumi dan produknya, penentuan dan evaluasi bahan kimia untuk industri minyak, analisis limbah, dan program penentuan kualitas seperti korelasi data laboratorium.



Teknologi Proses Konversi dan Katalisa

Kegiatan ini mencakup antara lain optimasi proses dan integrasi, pengembangan katalis baru, pengujian dan evaluasi katalis serta kajian proses yang baru.



Bioteknologi

Teknologi ini termasuk aktivitas mikroba dalam peningkatan perolehan minyak, penanganan limbah migas secara bioremediasi (biologis), kontaminasi dan deteriorasi BBM, pemanfaatan mikroba dalam pengembangan biogas yang mencakup skala laboratorium dan lapangan.



Teknologi Lingkungan

Teknologi lingkungan mencakup kegiatan identifikasi, prediksi dan mitigasi dampak lingkungan. Penggunaan teknologi lingkungan juga ditujukan untuk meremediasi lingkungan lahan - lahan tercemar minyak bumi, melalui metodametoda termal, fisika, kimia dan biologi.



Enjinering dan Pemodelan

Kegiatan ini meliputi perancangan proses, pemodelan/simulasi proses, optimasi dan integrasi proses, fasilitas plant dan permukaan, analisis jaringan pipa, pengembangan dan pembaruan dari data base minyak bumi Indonesia

GALERY





Senin, 06 Januari 2014

KEMISKINAN


       Kemiskinan memang adalah pekerjaan besar bagi pemerintah kita, tapi pekerjaan itu tidak pernah di prioritaskan untuk mengurangi angka kemiskinan, berbagi cara telah di lakukan tapi malah tidak dapat mengurus permasalahan ini.
       Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya.

       Berbagai upaya tersebut telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dari 54,2 juta (40.1%) pada tahun 1976 menjadi 22,5 juta (11.3%) pada tahun 1996. Namun, dengan terjadinya krisis ekonomi sejak Juli 1997 dan berbagai bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004 membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat, yaitu melemahnya kegiatan ekonomi, memburuknya pelayanan kesehatan dan pendidikan, memburuknya kondisi sarana umum sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk miskin menjadi 47,9 juta (23.4%) pada tahun 1999. Kemudian pada 5 tahun terakhir terlihat penurunan tingkat kemiskinan secara terus menerus dan perlahan-lahan sampai mencapai 36,1 juta (16.7%) di tahun 2004.
Pemecahan masalah kemiskinan memerlukan langkah-langkah dan program yang dirancang secara khusus dan terpadu oleh pemerintah dan merupakan tanggung jawab bersama     antara pemerintah dan masyarakat.

4.1  Faktor Penyebab Kemiskinan
       Ternyata kemiskinan itu tidak terjadi begitu saja melainkan memiliki faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan dapat dikategorikan dalam beberapa hal berikut ini :

A.   Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara                                                      
       global.
       Yang perlu digaris bawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak seimbang dengan produktivitas yang ada pada suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, seandainya produktivitas menyusut maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita:
1)      Naiknya standar perkembangan suatu daerah.
2)      Politik ekonomi yang tidak sehat.
3)      Faktor-faktor luar negeri, diantaranya:
4)      Rusaknya syarat-syarat perdagangan
5)       Beban hutang
6)       Kurangnya bantuan luar negeri, dan Perang

B.   Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
       Faktor ini sangat penting dalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus, serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggung jawabkan dengan maksimal

C.   Biaya kehidupan yang tinggi.
       Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita di atas. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli dan banyaknya pengangguran.

D.  Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.
        Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di sisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak negara.



sumber : http://joents.blogspot.com/2012/04/makalah-tentang-kemiskinan.html

OPINI SAYA :
Pemerintah menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran, karena pengangguran adalah salah satu sumber penyebab kemiskinan terbesar di Indonesia. pemerintah juga harus segera menghapus atau menyelesaikan masalah korupsi hingga tuntas. karna korupsi adalah tindakan mencuri uang negara dan membuat terhambatnya pembangunan fasilitas masyarakat

Potensi generasi muda

Saat ini generasi muda telah terlena dengan gemerlapnya dunia yang semakin maju,tetapi tidak diimbangi dengan nilai moral yang seharusnya dimiliki seluruh generasi muda.Kita bisa lihat contohnya maraknya pengonsumsian narkoba & minuman keras, pergaulan bebas,tawuran,serta tindakan kriminalitas lainnya.Hal ini bisa terjadi diakibatkan kurangnya kesadaran dan kepedulian seluruh pihak atas nasib dari generasi muda dewasa ini.
Apalagi ditambah pendidikan dan pembinaan terhadap generasi muda yang semakin terpuruk padahal hal ini mampu menjadi generator potensial bagi generasi muda.Sehingga tak dapat dipungkiri kualitas SDM generasi muda kita sulit sekali untuk bersaing dengan generasi muda di negara lain yang memiliki penunjang yang lebih baik.
Potensi generasi muda sangat meyakinkan jika bisa disalurkan dengan cara yang baik dan benar.Terkadang mereka tersesat bagaimana menunjukkan potensi minat dan bakat yang mereka miliki.Seharusnya seluruh lapisan masyarakat memberikan partisipasinya terutama pemerintah yang tentunya diharapkan mengambil andil dalam permasalahan ini. Dibutuhkan beberapa fasilitas sebagai wadah potensi dan aspirasi generasi muda,seperti adanya karang taruna,organisasi penunjang para pemuda,atau mungkin dengan mengadakan program-program yang dapat menambah daya kualitas serta wawasan generasi muda.Hal penting yang juga harus ditanamkan sejak dini pada generasi muda,yakni iman dan taqwa sebagai pedoman moral dari setiap insan.Sehingga bibit-bibit penerus bangsa benar-benar mampu beraksi dengan layak dalam mendukung pembangunan bangsa yang selama ini terseok-seok.Semangatlah terus wahai para calon pemimpin bangsa!
1.Permasalahan Generasi Muda
Berbagai permasalahan generasi yang muncul pada saat ini antara lain :

a. Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme dikalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal dan informal. Tinggimya jumlah putus sekolah yang tidak hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan bangsa.
d. Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran dikalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
e. Kurangnya gizi yang menghambat perkembangan kecerdasan, dan pertumbuhan.
f. Masih banyaknya perkawinan dibawah umur.
g. Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi moral bangsa.
h. Merebaknya penggunaan NAPZA dikalangan remaja.
i. Belum adanya peraturanm perundangan yang menyangkut generasi muda.

Dalam rangka memecahkan permasalahan generasi muda diatas, diperlukan usaha-usaha terpadu, terarah dan berencana dari seluruh potensi nasional dengan melibatkan generasi muda sebagai subjek pembangunan. Organisasi-organisasi pemuda yang telah berjalan baik merupakan potensi yang siap untuk dilibatkan dalam kegiatan pembangunan nasional.

2. Potensi-potensi Generasi Muda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :

a. Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru. Pengejawantahan idealisme dan daya kritis perlu dilengkapi landasan rasa tanggung jawab yang seimbang.

b. Dinamika dan Kreativitas
Adanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan, dan penyempurnaan kekurangan yang ada ataupun mengemukakan gagasan yang baru.

c. Keberanian Mengambil Resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan. Generasi muda dapat dilibatkan pada usaha-usaha yang mengandung resiko. Untuk itu diperlukan kesiapan pengetahuan, perhitungan, dan keterampilan dari generasi muda sehingga mampu memberi kualitas yang baik untuk berani mengambil resiko.

d. Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.


e. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya agar mereka dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.

f. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kualitatif maupun dalam arti kuantitatif, generasi muda secara relatif lebih terpeljar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.

g. Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan.
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif. Akan tetapi, keanekaragaman masyarakat Indonesia merupakan potensi dinamis dan kreatif jika ditempatka dalam kerangka integrasi nasional yang didasarkan pada semangat sumpah pemuda serta kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

h. Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI dari segala bentuk ancaman. Dengan tekad dan semangat ini, generasi muda perlu dilibatkan dalam setiap usaha dan pemantapan ketahanan dan pertahanan nasional.
i. Sikap Kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinngi adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkan dikalangan generasi muda Indonesia sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa.

j. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi

Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator terhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan pendidilkan serta penerapan teknologi, baik yang maju, maupun yang sederhana.


Sumber :  http://ordinarygirls-curahanhati.blogspot.com